Nafasmu

Nafasmu terbawa desir angin
Ia sapa telingaku

Sampai kudengar nyanyian syahdu
Dari asal suaramu

Nadamu bergema sampai benak yang kumiliki
Terlukislah, sebuah rindu yang berkanvas jiwaku

Dapatkah, kita saling bertemu seusai ini?
Sedangkan, selalu ada kehadiranmu di semua hariku

Kau terlalu pandai
Melekatkan wajahmu dalam benak ini
Sudah kuriwayatkan tentangmu
Yang pernah ada dalam setiap baitku

Sukoharjo, 14 September 2018

Tentang Kertas

Masih tergores
Tinta hitam yang menetap
Bergaris, memisahkan
Jiwa-jiwa yang kutulis

Hujan turun
Aku kabarkan pada awan
Tentang kertas
Yang mulai sobek dan berair

Aku mengira, ini tak harus ada
Berkisah pada ribuan kata
Di atas kertas
Dan membuatku menulis
Tentang seseorang

Kebumen, Mei 2013



Andai Kau Tahu

Riuh-riuh pepohonan
Bergemuruh nyanyian pagi
Angin bergerak pelan
Menggores pipi kuning

Mesin-mesin saling dipersiapkan
Berisik terdengar pasti
Ada kesal aku berada
Di antara mereka

Andai kau tahu
Aku merasa lelah dengan ini
Keributan, kesengsaran, dan apa
Yang membuatku tak kuat meneduh

Hai, yang jauh di sana
Mungkinkah kau masih mendengarku
Entah pada siapapun
Yang mencoba merasakan hal ini

Andai kau tahu
Kota dan perang percuma
Dan nasib yang mengeruh
Masih dinyanyikan... Kesal

Kebumen, Mei 2013



Tahun Baru Rasa

Tahun baru, aku pun mengasuh rindu
Agar makin menggebu
Melebihi masa lalu

Tahun baru
Aku hanya punya puisi untukmu
Tertulis tulus tentang kamu

Jangan kau lewatkan
Saat kau terima puisiku

Dengarlah
Bahwa ada rasa yang bernada paling syahdu
Berasal dari lubuk kalbu sukmaku

Aku mencintaimu
Memang soal kalimat dalam puisiku
Namun, ada namamu yang kian waktu kunanti
Menjadi setia dalam hari-hariku

Semarang, Januari 2019